Ekonomi Rakyat Merdeka dalam Pemerintah Indonesia: Antara Tagihan dan Impian Masyarakat Kelas Menengah

Original price was: Rp86,000.Current price is: Rp80,000.

Deskripsi

Judul: Ekonomi Rakyat Merdeka dalam Pemerintah Indonesia: Antara Tagihan dan Impian Masyarakat Kelas Menengah Penulis: Imam Fadhilah Oktafyan, S.Pd., M.Pd., Dra. Ridarni Yanti, M.Pd., Rina Lena Sihombing, M.Pd., Iis Darmawati, S.Pd., Yuni Noviati, S.Pd., M.Pd., Jenny Bersida Purba, SP., S.Pd., Arnita Simamora, S.Pd., Nita Lestari, S.Pd., Nurul Husna, S.Pd., Gita Wiranti, S.Pd., Adelia Puspita, S.Pd. Editor: Annjisa Priyangga Br. Sitohang, S.Pd. Halaman: xii + 176 hlm Ukuran: 15.5 x 23 cm Deskripsi: Buku ini lahir dari perenungan mendalam mengenai jarak antara narasi besar pembangunan ekonomi nasional dengan realitas kesejahteraan rakyat di ruang-ruang domestik—di meja dapur keluarga guru, pekerja kelas menengah, hingga pelaku ekonomi kecil di berbagai pelosok Indonesia. Di balik indikator makroekonomi dan angka pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang kerap dibanggakan, terendap sebuah pertanyaan mendasar: sudahkah rakyat benar-benar menikmati kemerdekaan ekonomi yang sejati di dalam naungan tata kelola pemerintahannya sendiri? Melalui karya ini, Penulis berusaha membedah dualitas kehidupan masyarakat, khususnya kelompok pendidik dan kelas menengah. Di satu sisi, mereka dituntut menjadi penopang utama pembangunan nasional dan penggerak roda konsumsi domestik. Namun di sisi lain, mereka terjebak dalam kerentanan ekonomi (economic precariousness) yang dipicu oleh tingginya inflasi kebutuhan dasar—pendidikan, kesehatan, dan hunian—yang belum sepenuhnya terproteksi oleh jaring pengaman sosial negara. Gagasan mengenai “Ekonomi Rakyat Merdeka” yang diusung dalam buku ini tidak sekadar dimaknai sebagai kebebasan dari garis kemiskinan absolut. Lebih jauh dari itu, kemerdekaan ekonomi adalah wujud kedaulatan finansial (financial sovereignty), kepastian proteksi sosial, dan keadilan redistributif, di mana pemerintah hadir secara aktif bukan sebagai penonton pasar, melainkan sebagai pelindung dan pemenuh hak-hak dasar warganya. Buku ini memadukan analisis emosional-humanis (seperti seni bertahan hidup dan resiliensi seorang guru) dengan ketajaman analisis ekonomi politik krisis dan kebijakan publik. Di dalamnya diuraikan bagaimana perlawanan elegan rakyat, solidaritas sosial lokal, serta dorongan rekonstruksi kebijakan dapat berpadu untuk merumuskan ulang “kontrak sosial” antara negara dan warganya.
Hubungi Kami